Otoritas Korea Selatan dilaporkan telah menggerebek Bithumb, salah satu bursa mata uang terbesar di negara itu berdasarkan trade volume.

Surat kabar Seoul pada hari Rabu melaporkan bahwa petugas dari Unit Investigasi Kejahatan Intelijen Badan Kepolisian Metropolitan Seoul telah menggerebek markas Bithumb, yang terletak di Distrik Gangnam pusat ibukota.

Tindakan polisi tersebut tampaknya terkait dengan penjualan token senilai $25 juta yang diselenggarakan di Bithumb dan akuisisi yang diusulkan oleh platform Singapura, BTHMB, yang tidak pernah terwujud.

Berdasarkan laporan TheNews, beberapa investor mengatakan mereka kehilangan jutaan dollar, orang yang berpartisipasi dalam penjualan tersebut.
Ketua Bithumb, Lee Jung-hoon telah dituduh melakukan penipuan dan secara ilegal mengirim dana ke luar negeri. Ini adalah serangan kedua di bursa Korea dalam seminggu.