Perbedaan Investasi Reksadana dan Crypto

Renaldi Sigit

Perbedaan dan – Investasi adalah salah satu cara untuk mengembangkan kekayaan dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang.

Saat ini, ada banyak pilihan investasi yang tersedia, termasuk investasi crypto dan reksadana. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan investor harus mempertimbangkan dengan cermat sebelum memutuskan di mana akan mengalokasikan dana mereka. Baca terlebih dahulu mengenai apa itu kripto

Dalam artikel ini, kami akan membahas perbedaan antara investasi crypto dan reksadana.

Perbedaan Crypto dan Reksadana

Crypto dan reksadana merupakan dua instrumen investasi yang mempunyai perbedaan signifikan. Crypto merupakan mata uang digital terdesentralisasi yang dapat berfungsi untuk menyimpan nilai. Adapun, crypto secara umum tidak memiliki underlying aset, namun dinilai dari teknologi dan kasus penggunaanya.

Sementara Reksadana merupakan kumpulan dana investor yang dikelola manajer investasi untuk diinvestasikan dalam berbagai aset keuangan. Underlying aset yang digunakan dalam reksadana dapat berupa deposito, surat utang, hingga saham.

Selain underlying aset, crypto dan reksadana memiliki beberapa perbedaan sebagai berikut:

Jenis Investasi

Investasi crypto adalah bentuk investasi yang berdasarkan pada teknologi blockchain. Cryptocurrency seperti Bitcoin, Ethereum, dan Litecoin dapat dibeli dan dijual di platform exchange.

Sedangkan, reksadana adalah investasi yang terdiri dari sekelompok instrumen keuangan seperti saham, obligasi, dan pasar uang. Investor membeli unit reksadana yang mewakili bagian dari portofolio tersebut, dan kinerja reksadana mencerminkan kinerja portofolio.

baca juga: Istilah Dalam Crypto

Risiko

Investasi crypto cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi daripada reksadana. Harga cryptocurrency bisa sangat fluktuatif dan bisa berubah secara drastis dalam waktu singkat. Jika pasar sedang mengalami volatilitas yang tinggi, investor crypto dapat melihat nilai investasi mereka turun dengan cepat.

Sementara itu, reksadana lebih stabil karena memiliki portofolio investasi yang lebih terdiversifikasi. Namun, ada reksadana dengan profil risiko yang lebih tinggi, seperti reksadana saham atau reksadana campuran, yang bisa bergerak dengan fluktuasi pasar.

Baca juga: Cara Main Crypto

Regulasi

Crypto tidak diatur oleh otoritas keuangan atau pemerintah, sehingga dapat memberikan lebih banyak fleksibilitas bagi investor. Namun, hal ini juga berarti bahwa investor crypto tidak memiliki jaminan keamanan dan perlindungan yang sama seperti investasi yang diatur oleh pemerintah.

Di sisi lain, reksadana diatur oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) serta harus mematuhi ketentuan hukum yang ada. Hal ini memberikan keamanan dan perlindungan bagi investor reksadana.

Likuiditas

Crypto lebih likuid daripada reksadana. Sebagian besar crypto dapat dengan mudah dibeli dan dijual di platform exchange, sementara penjualan reksadana dapat memerlukan waktu beberapa hari hingga minggu.

Ada juga biaya penjualan dan pembelian reksadana yang harus diperhitungkan, yang dapat mempengaruhi likuiditas.

Mau main crypto tanpa modal? baca apa itu airdrop crypto

Tujuan Investasi

Investasi crypto umumnya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek, sedangkan reksadana bertujuan untuk menghasilkan keuntungan jangka panjang.

Investor crypto dapat mencari keuntungan dari fluktuasi harga cryptocurrency dalam waktu singkat, sementara investor reksadana cenderung lebih fokus pada pertumbuhan nilai investasi mereka dalam jangka panjang

Profit

Potensi keuntungan yang diperoleh dari reksadana bergantung pada jenisnya. Jika reksadana pasar uang, maka imbalannya akan cenderung kecil, hanya sekitar 3-4% per tahun. Sementara reksadana pendapatan tetap, sedikit lebih besar di kisaran 5-6% per tahun.

Lalu, untuk reksadana campuran dan saham, keuntungannya bisa mencapai lebih dari 10% per tahun.Sedangkan untuk keuntungan aset crypto, angka keuntungan reksadana saham dalam setahun, bisa dicapai hanya dalam hitungan hari, atau bahkan jam.

Terlebih ketika pasar crypto tengah berada dalam fase bull run seperti pada tahun 2020-2021 silam. Keuntungan yang diperoleh dari aset crypto sangat mungkin mencapai puluhan, ratusan, atau bahkan ribuan persen.

Kesimpulan

Investasi crypto dan reksadana memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pilihan investasi tergantung pada tujuan investasi, toleransi risiko

Baca juga

Tinggalkan komentar

Exit mobile version