Mengenal WEB 3.0 dan Sejarahnya Hingga Saat Ini

Renaldi Sigit

Apa itu WEB 3.0 – Hi Guys, Selamat datang di era baru internet, di mana perkembangan teknologi semakin pesat dan memunculkan istilah atau biasa disebut “The Future Of Internet“.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang apa itu Web3, Sejarah Evolusi Web dari Web 1.0 sampai Web3, Karakteristik Web 3 dan Apakah pengaruh Web3 di dunia cryptocurrency dan blockhain.

Yuk, simak selengkapnya di artikel berikut ini!

Apa Itu Web 3.0 atau Web3

Web 3.0 adalah evolusi dari web saat ini, yang bertujuan untuk menciptakan pengalaman pengguna yang lebih terdesentralisasi, terdistribusi, dan terotomatisasi. Web 3.0 juga dikenal sebagai “Web of Trust” karena teknologinya memungkinkan pengguna untuk membangun kepercayaan dan transaksi yang aman di internet tanpa perlu bergantung pada pihak ketiga.

Konsep Web 3.0 didasarkan pada teknologi blockchain, yang memungkinkan transaksi yang terdesentralisasi, aman, dan transparan tanpa perlu melibatkan pihak ketiga. Dalam Web 3.0, data disimpan secara terdesentralisasi dan dapat diakses oleh siapa saja di jaringan, tanpa perlu disimpan di satu tempat yang sentral.

Selain blockchain, Web 3.0 juga memanfaatkan teknologi lain seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan realitas virtual (VR) dan augmented reality (AR). Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk mengakses dan berinteraksi dengan informasi dan lingkungan yang lebih terhubung, personal, dan interaktif.

Web 3.0 juga bertujuan untuk meningkatkan privasi dan keamanan data pengguna dengan menggunakan teknologi enkripsi yang lebih canggih, yang memungkinkan data disimpan dan dipertukarkan secara aman tanpa risiko kebocoran atau penyalahgunaan data oleh pihak ketiga.

Kenali lebih dalam mengenai Apa itu crypto

Sejarah Evolusi Web

Web, singkatan dari “World Wide Web“, adalah sistem informasi global yang terhubung melalui internet dan memungkinkan akses ke berbagai jenis informasi dan konten multimedia.

Berikut adalah sejarah evolusi web dari awal hingga saat ini:

1990 – Web 1.0

Web 1.0 adalah awal dari penggunaan web, di mana website statis ditampilkan sebagai halaman HTML tanpa interaktivitas yang signifikan. Web 1.0 ditandai dengan munculnya mesin pencari seperti Yahoo! dan Google yang memungkinkan pengguna untuk mencari dan menemukan informasi.

2000 – Web 2.0

Web 2.0 adalah era web yang lebih interaktif dan terkoneksi secara sosial, di mana pengguna dapat berpartisipasi dalam pembuatan dan berbagi konten. Web 2.0 ditandai dengan munculnya aplikasi web seperti Wikipedia, YouTube, Facebook, dan Twitter yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi satu sama lain secara online.

2010 – Web 3.0

Web 3.0 adalah era web yang lebih terdesentralisasi, terdistribusi, dan terotomatisasi. Web 3.0 bertujuan untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih personal dan terhubung, mempercepat inovasi, dan memperbaiki privasi dan keamanan data.

Web 3.0 didasarkan pada teknologi blockchain, kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan realitas virtual (VR) dan augmented reality (AR).

Masa Depan – Web 4.0

Web 4.0 masih dalam tahap pengembangan dan didefinisikan sebagai masa depan web yang lebih terhubung, terintegrasi, dan lebih berfokus pada pengalaman pengguna. Web 4.0 ditandai dengan munculnya teknologi seperti jaringan 5G, realitas campuran (MR), komputasi kuantum, dan kecerdasan buatan generatif (GAI).

Dalam intinya, web telah mengalami evolusi dari penggunaan statis hingga menjadi web yang lebih interaktif, terkoneksi sosial, terdesentralisasi, dan terotomatisasi. Web terus berkembang dan membawa dampak besar bagi kehidupan manusia dan bisnis di seluruh dunia.

Baca juga: apa itu bitcoin

Karakteristik Web 3.0

Web 3.0 adalah evolusi dari web saat ini yang lebih terdesentralisasi, terdistribusi, dan terotomatisasi. Berikut adalah beberapa karakteristik utama dari Web 3.0 :

Desentralisasi

Web 3.0 memungkinkan pengguna untuk mengakses dan membagikan informasi secara desentralisasi, tanpa perlu bergantung pada pihak ketiga seperti perusahaan besar atau lembaga keuangan.

Transparansi

Web 3.0 memungkinkan transaksi yang terbuka dan transparan di seluruh jaringan, karena teknologinya didasarkan pada blockchain yang terdesentralisasi.

Keamanan

Web 3.0 memberikan keamanan yang lebih baik melalui teknologi enkripsi yang lebih canggih, yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan dan mempertukarkan data secara aman tanpa risiko kebocoran atau penyalahgunaan data oleh pihak ketiga.

Interoperabilitas

Web 3.0 memungkinkan jaringan dan aplikasi yang berbeda untuk berinteraksi dan terhubung satu sama lain, sehingga pengguna dapat menggunakan layanan dan aplikasi dari berbagai sumber tanpa batasan.

Personalisasi

Web 3.0 memungkinkan pengguna untuk mempersonalisasi pengalaman online mereka melalui teknologi AI dan machine learning, yang dapat mengidentifikasi preferensi dan perilaku pengguna.

Inovasi

Web 3.0 mendorong inovasi teknologi baru, seperti Internet of Things (IoT), realitas virtual (VR) dan augmented reality (AR), dan kecerdasan buatan (AI), yang dapat membawa pengalaman pengguna yang lebih terhubung, interaktif, dan personal.

Kepemilikan Data

Web 3.0 memungkinkan pengguna untuk memiliki dan mengontrol data mereka, yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan manfaat lebih besar dari informasi yang mereka miliki dan mengendalikan bagaimana data tersebut digunakan.

Yang intinya, Web 3.0 menawarkan pengalaman pengguna yang lebih personal, terhubung, dan aman dengan teknologi yang lebih canggih dan transparan. Web 3.0 dapat membawa perubahan besar bagi bisnis dan kehidupan manusia di seluruh dunia.

Baca juga: apa itu cbdc

Pengaruh Web 3.0 pada Cryptocurrency dan Blockchain

Dengan adanya desentralisasi, kehadiran Web 3.0 terhadap cryptocurrency ternyata membawa dampak yang cukup besar. Gelombang Web 3.0 yang akan datang diprediksi akan jauh melampaui use case awal cryptocurrency.

Melalui kekayaan peluang interaksi dan cakupan rekanan yang tersedia secara global, jaringan ini secara kriptografis dapat menghubungkan data dari berbagai skala.

Mulai dari individu, perusahaan, dan mesin dengan algoritma machine learning yang lebih efisien. Inilah yang membuat Web 3.0 beda dengan Web 1.0, Web 2.0.

Web3 memungkinkan masa depan di mana pengguna dan mesin dapat berinteraksi dengan data, nilai, dan rekanan lainnya melalui substrat jaringan bersifat peer-to-peer. Dengan begitu, interaksi tidak lagi memerlukan pihak ketiga.

Baca juga: apa itu metaverse

Apakah Web 3.0 Penting?

Teknologi web 3.0 sangat penting bagi teknologi masa depan, apalagi dengan keunggulan web 3.0 dari generasi sebelumnya, sebagai contoh kasus pada game yang berbasis web 2.0.

Pada game yang berbasis web 2.0, ketika kita mendapatkan item, item tersebut akan langsung masuk kedalam akun game kalian. Nah, jika tiba tiba developer game tersebut menghapus data dari akun kalian, maka item kalian akah ikut terhapus, dan itu terdengar sangat menyebalkan bukan?

Sementara itu, pada game yang berbasis Web 3.0, beberapa Item, karakter dan sebagainya, sudah menerapkan konsep Non-Fungible Token atau biasa disebut NFT (baca lebih lanjut apa itu nft).

Maka dari itu, seluruh data aset dari game yang sudah kamu mainkan akan menjadi hak milik si pemilik akun tersebut, bahkan sekelas developer pun tidak akan bisa menghapus data aset dari akun kalian dan jika kamu berhenti bermain, kamu bisa menjual atau memperdagangkan aset tersebut di marketplace.

Baca juga

Tags

Tinggalkan komentar

Exit mobile version