NFT  merupakan kepanjangan dari non-fungible token yang bermakna bahwa NFT tidak dapat dipertukarkan karena setiap “biji” memiliki perbedaan value blockchain, hal ini juga yang menyebabkan NFT bajakan lebih mudah terdeteksi.

Secara garis besar, token yang digunakan untuk mewakili suatu item atau properti seperti seni, barang koleksi (collectible), musik, film dll. Satu NFT hanya bisa dimiliki oleh satu pengguna, walaupun visual yang disajikan sama.

Oleh karena itu NFT banyak digunakan oleh para seniman untuk menjual karya mereka, karena duplikasi sangat sulit dilakukan. NFT didominasi oleh koleksi yang memiliki berbagai macam desain menarik.

Banyak orang tertarik dengan NFT karena selain membawa prinsip blockchain seperti desentralisasi dan keamanan privasi, NFT ibaratkan sebuah area dimana seseorang bisa bebas melakukan ekspresi.

Sisi unik lainya adalah karya seni NFT memiliki nilai penjualan yang fantastis dengan konsep out of the box, mungkin anda ingat tentang meme seorang anak perempuan sedang tersenyum disaat suatu rumah terbakar (disaster girl).

Ketika dijadikan sebuah NFT, gambar tersebut terjual dengan harga 500 ribu dollar atau senilai 7,2 milyar rupiah.

Setelah sedikit membahas mengenai pengertian NFT, tak lengkap rasanya jika kita tidak mengetahui sejarahnya. Maka dari itu topik selanjutnya yaitu mengenai sejarah NFT.

Sejarah NFT

NFT muncul pertama kali pada jaringan dengan project bernama Rare pepes (Bitcoin) pada tahun 2016 yang dilakukan oleh Joe Lomey. Beliau melakukan minting 500 NFT pertama yang dijuluki FEELSGOODMAN. NFT tersebut dijual di eBay dan lelang di New York.

Kemudian pada tanggal 26 Juni 2017, muncul sebuah project bernama “Cryptopunks” yang diciptakan oleh Larva labs. Memiliki konsep pixel art (24 x 24) dengan jumlah total 10 ribu NFT. Cryptopunk merupakan salah satu NFT yang memiliki harga tinggi, lowest price yang dijual 200 ribu dollar dengan rekor penjualan terbesar sebanyak 60 juta dollar.

Selanjutnya muncul project baru bernama CryptoKitties (Ethereum) pada saat acara hackathon Waterloo yang menggabungkan NFT dengan bergaya klasik. Pada game tersebut anda dapat membiakan kucing digital dengan tujuan mendapatkan spesies baru, kemudian menjualnya untuk mendapatkan keuntungan.

Pada tahun-tahun berikutnya NFT mulai berkembang dengan berbagai macam wajah baru dan inovasi. Dari sinilah NFT mulai dikenal banyak orang karena semakin banyaknya infrastruktur blockchain yang menggunakan NFT dalam sistem mereka.

Cara Kerja NFT

NFT berjalan di atas blockchain suatu coin, sama seperti token kripto. Artinya anda dapat mengirim, menjual, dan menerima NFT sama seperti bitcoin pada wallet kesayangan anda.

Namun, protokol yang digunakan oleh NFT sedikit berbeda. Berikut beberapa protokol standar yang digunakan oleh NFT dalam ekosistem ERC-20.

ERC-721

ERC-721 disetujui oleh Ethereum Improvement Proposal (EIP) pada 21 Juni 2018. Angka “721” menunjukan urutan proposal Ethereum yang ditulis dalam sebuah draft pertama kali oleh seorang user github bernama @dete.

Protokol ini berada pada jaringan Ethereum dengan project NFT yang dibangun saat fase beta adalah CryptoKitties oleh AxioZem, CryptoSelebrity, dan EtherTulips yang menjadikan ERC-721 semakin dikenal oleh khalayak luas.

Secara lebih mudahnya ERC-721 akan mewakili sebuah NFT dengan nomor tertentu yang berfungsi sebagai sebuah tanda kepemilikan. Setiap NFT yang diciptakan pada protokol ERC-721 akan memiliki perbedaan nomor walaupun gambarnya sama.

ERC-1155

Protokol ini pertama kali diajukan dalam EIP oleh Witek Radomski, Andrew Cooke, Philippe Castonguay, James Therien, Eric Binet,  dan Ronan Sandford pada tanggal 16 Juni 2018.

Teknologi ini memiliki keunggulan dimana smart contract dapat mewakili banyak token atau NFT dalam sekali transfer. NFT yang diciptakan juga dapat dikonfigurasi dalam hal rarity, atribut, metadata, dan suplai. 

Hal ini berbeda dengan ERC-721 karena tidak mendukung multi token transfer seperti ERC-1155. Analogi yang mudah seperti seseorang yang bisa membawa tiga pedang sekaligus dengan seseorang yang hanya bisa membawa satu pedang dalam suatu perjalanan perang. Maka dari itu ERC-1155 lebih efisien.

ERC-998

Teknologi ini merupakan salah satu solusi dari semakin kompleksnya penggunaan NFT, misalnya sebuah game menggunakan NFT sebagai tanda kepemilikan rumah, lalu didalam rumah tersebut juga terdapat aset-aset NFT. ERC-998 berfungsi untuk menyatukan properti tersebut.

Rumah = ( teko, kasur, kursi, tv, kulkas) 

Ketika anda menjual rumah, secara otomatis teko, kasur, kursi, tv, kulkas juga ikut terjual. Protokol ini merupakan sebuah tambahan dari ERC-721. ketika anda menggunakan ERC-998, secara otomatis anda juga menjalankan ERC-721.

Tentunya masih banyak alternatif protokol lain yang diciptakan untuk NFT, bukan tidak mungkin pada saat artikel ini dibuat terdapat puluhan teknologi baru. Disini kami hanya membahas standar untuk sebuah ekosistem NFT.

Fungsi NFT

NFT memiliki banyak keuntungan serta manfaat pada bidang kehidupan manusia, banyak bisnis mulai menjamur dikalangan masyarakat dengan menggunakan NFT.

Maka dari itu mari kita ulas beberapa fungsi NFT.

Sebagai tanda kepemilikan

Bayangkan ketika anda memiliki sebuah sertifikat rumah dan menjadikannya NFT. Tidak akan ada orang yang dapat menghapus NFT anda dalam blockchain, termasuk pemilik NFT itu sendiri.

Selama anda memiliki jaringan dan akses terhadap wallet. Sertifikat anda 80% lebih aman dibandingkan sertifikat fisik.

Solusi untuk pembajakan

Pernahkan anda mendengar mengenai pembajakan dalam dunia internet? NFT dapat mengatasi hal tersebut karena memiliki mekanisme “1 token 1 pemilik”, ketika seseorang mencoba membajak film dan ternyata berhasil.

Untuk film tentunya tidak akan ada yang berubah, bahkan mungkin anda tidak bisa mengetahui hal tersebut. NFT diwakili oleh sebuah nomor acak yang tidak akan pernah sama dengan NFT lain.

Maka dari itu skema yang digunakan oleh NFT bisa mengurangi tindak pembajakan suatu karya seni.

Membawa game setingkat lebih maju

NFT dapat menjadi solusi untuk meningkatkan ekonomi dalam sebuah game, skema penjualan item antar player merupakan sistem yang sudah lazim ditemui.

NFT akan membuat penjualan menjadi lebih mudah dengan integrasi blockchain. Setiap item yang dijual menjadi lebih jelas dan memiliki value lebih tinggi.

Karena item tidak hanya ada dalam game saja, karena NFT akan berada pada blockchain sehingga item tersebut dapat anda miliki walaupun tidak dalam eksositem game.

Kelemahan NFT

Setelah anda mengetahui berbagai macam fungsi NFT, kami akan menjelaskan mengenai kelemahan NFT, karena tidak ada suatu sistem yang 100% sempurna.

Selalu ada sebuah celah yang menuntut kewaspadaan anda.

Semua sangat tergantung pada blockchain

NFT merupakan sebuah token yang dibangun diatas infrastruktur sebuah coin. Jika coin tersebut memiliki masalah dalam blockchain, maka NFT anda juga mengalami hal yang sama.

Ketika biaya transaksi coin meningkat, maka biaya transaksi NFT juga akan meningkat. Pemisalan yang lebih mudah bisa kita lihat pada sebuah kontrakan, semua penghuni dalam kontrakan tersebut tetap saja bergantung pada pemilik asli.

Rawan terhadap aktivitas ilegal

Ekosistem NFT dibangun dengan smart contract pada blockchain yang memiliki kerentanan terhadap aktivitas hacking seperti exploit.

Selain itu, skema scam pada blockchain juga harus anda waspadai pada ekosistem NFT.

Menyumbang polusi terhadap lingkungan

Hal ini disebabkan karena kebanyakan NFT berada pada blockchain dengan sistem PoW (Proof of Work) yang menggunakan teknologi komputasi cukup besar.

Sehingga hal ini menjadi salah satu pemicu utama NFT berakibat BURUK pada lingkungan.

QnA


Apa itu NFT dan apa saja contohnya?

NFT adalah aset digital yang diciptakan dengan cara pemrograman yang sama dengan mata uang kripto atau cryptocurrency. Contoh project NFT yang paling hits adalah CryptoPunks.


Kenapa orang membeli NFT?

Alasan orang membeli nft adalah karena tidak bisa diduplikasi, keaslian terjamin, aman dan tidak dapat dicuri. Alasan lain jika membeli nft pada project adalah adanya benefit yang diberikan jika kita mempunyai nft tersebut.

Penutup

NFT merupakan salah satu teknologi yang sangat diperhitungkan oleh banyak orang karena sistem tersebut dinilai dapat mengatasi berbagai macam permasalahan.

Namun, hal ini masih terkendala karena NFT memiliki pengaruh buruk terhadap lingkungan dikarenakan konsumsi energi komputasi tinggi. Namun, sudah mulai banyak teknologi blockchain ramah lingkungan sehingga bisa mengatasi permasalahan tersebut.

Semoga saja hal tersebut dapat menjadikan aplikasi NFT terhadap bidang kehidupan masyarakat semakin meningkat.