Crypto Media Indonesia

Cloud Mining Bitcoin: Cara Kerja dan Jenisnya

SHARE

Cloud mining Bitcoin merupakan salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk memperoleh Bitcoin. Ini adalah suatu metode penambangan Bitcoin yang mudah untuk Anda lakukan.

Tidak seperti proses mining konvensional, cloud mining memungkinkan penambang untuk memperoleh Bitcoin tanpa harus memasang seluruh perlengkapan dan perangkat keras yang canggih dan mahal.

Yang perlu Andq lakukan hanya membuat akun di suatu perusahaan tertentu.

[related by="category" number="1"]

Cara Kerja Cloud Mining Bitcoin

Ada berbagai situs web yang bisa Anda gunakan untuk memperoleh Bitcoin dengan metode cloud mining, misalnya MinerGate yang bisa Anda akses melalui situs web resminya ataupun dari aplikasinya. Lalu, bagaimana cara kerja sistem atau mekanisme cloud mining ini?

  • Pengguna yang tertarik menggunakan sistem ini perlu melakukan pembayaran pada pihak ketiga sehingga pihak tersebut akan melakukan penambangan dan pengguna hanya tinggal menerima hasil tambang Bitcoin tersebut.
  • Pengguna Bitcoin tidak perlu mempunyai perangkat untuk menambang atau mining rig. Dengan begitu, pengguna Bitcoin juga tidak harus mengoperasikan node blockchain.
  • Pengguna hanya perlu menyewa hash power atau mining rig. Kekuatan mining rig biasanya memiliki satuan terahash per detik (Th/s) atau gigahash per detik (Gh/s). Penyedia cloud mining adalah pemilik mining rig dan operator fasilitas tersebut.
  • Penyedia akan menyediakan penawaran pada pengguna Bitcoin untuk membeli maupun menyewa hash power. Cara kerja penambangan ini sangat cocok untuk pengguna Bitcoin yang masih baru, awam, atau pemula.

Kalau Anda masih belum memahami bagaimana cara menambang yang terbaik, cloud mining Bitcoin adalah solusi penambangan yang benar-benar berguna.

Sambil menunggu Bitcoin masuk ke dompet Bitcoin, Anda bisa mempelajari Bitcoin lebih dalam hingga benar-benar memahaminya.

Berbagai Jenis Bitcoin Cloud Mining

Cloud mining terbagi dalam 2 jenis yang berbeda. Jenis pertama adalah host mining dan jenis kedua merupakan lease hash power.

Lalu, apa perbedaan antara kedua jenis cloud mining tersebut? Berikut ini penjelasan dari setiap jenis cloud mining.

1. Host mining

Host mining menyertakan pembelian atau penyewaan rig, di mana pengguna harus membayar dengan tujuan untuk memelihara rig tersebut.

Keunggulan dari jenis yang pertama ini adalah pengguna bisa meminimalisir biaya akses listrik yang Anda gunakan untuk mining.

Anda juga akan mendapatkan kendali yang lebih besar terhadap rig yang Anda beli atau sewa. Selain itu, Anda juga dapat memilih untuk memperkuat potensi dalam mencari blok yang baru dengan cara mengalihkan hashpower kolam tambang atau mining pool.

Selanjutnya, Anda pun akan mendapatkan kendali penuh terhadap seluruh perolehan hadiah atau reward.

[related by="category" number="4"]

Yang perlu Anda lakukan pada host mining hanyalah membayar perbaikan atau maintenance pada penyedia cloud mining.

3. Lease hash power

Leas hash power adalah jenis bitcoin cloud mining yang menjadi kebalikan dari host mining.

Jenis yang satu ini menyertakan penyewaan mining farm, tapi hanya beberapa bagian hash power saja.

Selain itu, lease hashpower tidak akan membebani para pengguna dengan berbagai biaya pemeliharaan.

Anda hanya perlu berlangganan paket saja agar bisa menerima profit yang menjadi bagiannya.

Di antara kedua jenis cloud mining Bitcoin ini, mana yang paling cocok untuk Anda?

Jika Anda belum mengetahui pilihan mana yang paling tepat, Anda meyakinkan diri Anda melalui berbagai informasi seputar Bitcoin dan cryptocurrency di www.cryptomedia.id yang merupakan sumber informasi terbaik dan terpercaya berkaitan dengan kripto dan Bitcoin.